Untuk pertama kalinya di TV, penyiar CNN Wolf Blitzer yang berada di CNN
Election Center di New York, bisa berbicara dan berhadap-hadapan dengan
wartawan CNN, Jessica Yellin yang berada di Chicago. Gambar
Jessica diproyeksikan dalam bentuk 3D di studio CNN seolah-olah berhadapan dengan penyiar Wolf Blitzer di New York,
padahal dia berada beribu-ribu kilometer dari New York. Bagaimana
ini bisa terjadi? Apa bedanya dengan cara yang sedang dikembangkan oleh Tim
Grafis MetroTV?
Virtual Set sebenarnya bukanlah teknologi baru. Bahkan beberapa TV kelas dunia mulai meninggalkan (baca: mengurangi) peranan virtual set. Sebelum punya grand studio, selama 4 tahun pertama, stasiun Metro TV bahkan hanya mengandalkan satu ruang kecil 4m x 6m berwarna biru untuk menayangkan sebagian besar siarannya. Dari ruangan kecil tersebut hadir ke pemirsa puluhan set dengan berbagai ukuran dan bentuk. Mulai dari lapangan basket, ruang perpustakaan, landscape gedung bertingkat, hingga newsroom. Bagaimana ruang ajaib tersebut bekerja?
Era gaya komunikasi iklan sudah berubah, teori-teori
tentang bagaimana membuat iklan ketika belajar di kampus Desain Komunikasi
Visual dulu sudah berbeda meskipun kadang masih dibutuhkan juga. Unsur pesan
iklan yang berupa headline, sub headline, bodycopy, ilustrasi, tagline dan masih
banyak lagi sudah jarang kita dapati di beberapa iklan dengan segmentasi A+.
Sebenarnya apa sih tujuan dari iklan itu? dan mengapa iklan
itu ada?. Pertanyaan ini mungkin sudah terdengar ketika jaman awal-awal kuliah
di Diskomvis, namun kadang kita tidak lepas dari berpikir kreatif ketika membuat
iklan. Padahal fungsi utama dari iklan adalah mengkomunikasikan produk, barang
atau jasa melalui media agar komunikan ada rasa tahu (product knowledge),
keinginan/membutuhkan (desire) membeli barang atau produk tersebut selanjutnya
loyalitas akan produk itu (brand loyality).
Begitulah kira-kira tagline promo program metro 10 (Metro TV) saat menampilkan karakter peserta ujian yang tidak siap, diperankan oleh Bayu Octara (sitkom OB | RCTI)
Saat menyaksikan promo program metro 10 versi ujian, jika kita belum pernah menyaksikan program metro 10 tersebut, mungkin kita menyangka program tersebut merupakan program sitkom.
Bisa saja terjadi karena visualisasi promo program tersebut sama sekali tidak nyambung dengan programnya, bahkan kita tak kan pernah melihat sosok Bayu Octara dalam program tersebut.
Program metro 10 adalah Program News dengan kemasan ranking 10 besar tokoh, peristiwa dan sebagainya.
Materi posting di luar tanggungjawab admin. Dilarang mengutip sebagian atau keseluruhan dari materi website ini tanpa seijin grafistv.com. Jika anda ingin mengambil materi dari sini, silakan email ke
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it